Sutradara Anime Pertanyakan 'Harus atau Tidaknya Menggambar Puting Laki-laki' Dalam Suatu Produksi - Chapteria --> -->

Sutradara Anime Pertanyakan 'Harus atau Tidaknya Menggambar Puting Laki-laki' Dalam Suatu Produksi

sutradara-anime-pertanyakan-harus-atau-tidaknya-menggambar-puting-laki-laki-dalam-suatu-produksi

Ketika bekerja dalam suatu produksi anime, di beberapa titik selama produksi tertentu para pihak produksi terkadang harus menghadapi situasi lucu sekaligus pertanyaan unik terkait 'Apakah harus atau tidaknya menggambar puting laki-laki?' dalam suatu produksi.

Meski terdengar sepele, pertanyaan tersebut selalu terlintas dan menjadi dilema tersendiri bagi mereka, para pihak yang terlibat dalam dunia produksi anime, salah satunya adalah sutradara Grimoire of Zero dan YU-NO: A girl who chants love at the bound of this world bernama Tetsuo Hirakawa yang mempertanyakan ini dalam postingan Twitternya.

Dalam sebuah postingan Twitter yang dibuatnya, dia membuka diskusi di antara berbagai anggota industri anime di Twitter mengenai pemikiran dan pengalaman mereka sendiri dengan dilema puting laki-laki. Sebagai contoh, Hirakawa mengangkat Fist of the North Star, yang tidak menampilkan puting laki-laki. Tokoh protagonis memiliki tujuh bekas luka di dadanya, jadi untuk mencegahnya secara tidak sengaja tergambar dengan sembilan bekas luka, perlu "secara proaktif mengubahnya menjadi anime tanpa puting".

Osamu Yamasaki (Hakuōki, Time Travel Girl, Toward the Terra) mencatat bahwa dia juga harus membuat keputusan dengan satu atau lain cara berdasarkan pengalamannya sendiri.

Animator SNIPES teringat saat dia harus menggambar puting untuk anime Gad Guard tahun 2003. "Bahkan tidak ada cahaya misterius atau uap yang tidak bergerak," ungkapnya.

Sementara itu, animator sekaligus sutradara, Masami Obari (Super Robot Wars OG: The Inspector, Detonator Orgun, Gravion) dengan tegas menyatakan: "Saya tipe sutradara yang mengamanatkan puting untuk karakter pria."

Di dunia manga, Descending Stories: Showa Genroku Rakugo Shinju pencipta Haruko Kumota pernah bercanda mengatakan bahwa salah satu perbedaan antara boys-love (BL) dan manga biasa adalah bahwa di BL Anda menggambar puting laki-laki, tetapi di manga normal Anda tidak. Bagaimana pendapat Anda tentang puting pria di anime? Harus ada atau tidak?

Sumber: Twitter, Otakomu

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel