Mengenal Konsep "Jo-Ha-Kyu" dari Tradisi Pertunjukan Jepang

CHAPTERIA.COM - Arc Wano sangat kental sekali kaitannya dengan budaya jepang apalagi Oda menggarap ini dengan cara yang cukup unik dan menarik. 
Wano Country
mulai dari chapter 909 yakni terbukanya tirai pertunjukan, lalu adapun seorang wanita bertopeng rubah sedang memainkan shamisen yakni alat musik petik tradisional Jepang sebagai tanda pembuka dari Arc Wano ini.

One Piece Chapter 924 akhirnya rilis dengan Judul "Ha" 

Chapter 924 ini memperjelas kekalahan Luffy oleh Kaido.  

chapter 924 ini juga merupakan akhir dari Act Pertama untuk Wano. 

setelah itu, perempuan bertopeng rubah yang sama pun terlihat kembali pada chapter 924 ini dan tetap memainkan Shamisen, sama seperti ketika pembuka dari arc wano, namun bedanya, tirainya ditutup.  dan ternyata, ini adalah akhir dari ACT 1 untuk Wano.

oya bicara soal act. act berbeda dengan arc. 


Apa itu Arc? Apa itu Act?

Kata arc mungkin sudah tidak asing lagi untuk para penggemar One Piece, sebenarnya tidak hanya di serial One Piece, namun arc terkadang juga kerap digunakan pada hampir semua seri manga yang ada di jepang dan sekitarnya. 

kalau di One Piece, arc sudah cukup banyak, contoh saja: Marineford Arc, Impeldown Arc, Thriller Bark Arc, Dressrosa Arc, dan masih banyak lagi, hingga yang terbaru ini adalah Arc Wano.

Penjelasan Mengenai Act

Act adalah pembagian dari arc, konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Eiichiro Oda pada Wano Arc. 

Jika dilihat dari konsep tradisi dari kesenian Jepang, tiap kesenian terutama pertunjukan seni terbagi menjadi tiga bagian yakni Jo, Ha, dan Kyu.

Zeami atau seorang ahli drama legendaris Jepang yang pada saat itu lahir di abad ke-14 membuat konsep pertunjukan seni yang berisi 5 act yang akhirnya tetap dipakai saat ini. 

Act pertama: Jo dimulai dengan membangun sebuah drama atau konflik,

 act kedua, ketiga, dan keempat: Ha terdiri dari mulainya suatu pertarungan dan perlawanan (meski sebenarnya tidak harus pertarungan sungguhan jika memang itu bukan drama aksi), 
klimaks atau titik puncak dari pertunjukan pada act ketiga, dan keempat lebih bersifat mengurangi ketegangan, biasanya diisi oleh pertunjukan seni musik dan tari. 

Act kelima sekaligus act terakhir merupakan Kyu: menutup dengan cepat serta mengakhiri pertunjukan.

Nah, dilihat dari konsep tersebut, 

One Piece Chapter 924 - Ha ini tampaknya bukan hanya merupakan penutup dari act pertama, melainkan juga tanda akan dimulainya act-act berikutnya (Ha). 

Agak sedikit membingungkan sebenarnya karena seharusnya Ha tersebut digunakan pada Chapter dimana act kedua dimulai. 

Tapi bagaimana pun, Jo-Ha-Kyu hanyalah konsep seni tradisional dari Jepang yang tidak wajib diterapkan sepenuhnya oleh Oda pada seri Manga-nya. Namun jika memang iya benar konsep tersebut, kemungkinan berarti kita akan mendapat lima act dari arc Wano kali ini.

Act pertama memiliki panjang chapter: 16 Chapter (909-924) 
jadi dengan asumsi setiap act, kemungkinan akan memiliki rata-rata panjang yang relatif sama, maka kita bisa disimpulkan bahwa kalau arc Wano akan memiliki panjang chapter total yakni 80 chapter. 
Dengan 80 chapter ini, Wano akan menjadi arc terpanjang kedua pada seri manga One Piece. Lebih pendek dari arc Dressrosa (118 Chapter) dan lebih panjang dari arc Whole Cake Island (78 Chapter).

nah, itu dia prediksi mengenai chapter one piece dengan konsep Jo-Ha-Kyu. teori ini pertama diketahui oleh Artur dari The Library of Ohara, kita hanya menuangkannya saja ke dalam bahasa Indonesia lagi agar lebih mudah dipahami.

 Source: Artur - The Library of Ohara

0 Response to "Mengenal Konsep "Jo-Ha-Kyu" dari Tradisi Pertunjukan Jepang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Loading...